Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Rabu, 18 Januari 2012

TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN


1.      Tipe-Tipe Pemimpin
Setiap pemimpin dalam memimpin suatu organisasi mempunyai Tipe Kepemimpinan yang digolongkan dalam enam (6) tipe yakni:
a. Tipe Otokratis: Pimpinan yang mendasarkan diri pada perintah/pemaksaan kehendak dan
     tidak mempertimbangkan keadaan bawahan.
Cirinya adalah:
- Menanggap organisasi sebagai milik pribadi
- Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi
- Menanggap bawahan sebagai alat semata-mata.
- Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat
b. Tipe Militeristis
Cirinya adalah:
- Dalam penggerakan bawahannya sering menggunakan system perintah
- Senang bergantung pada pangkat dan jabatan
- Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan
- Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahannya
- Sukar menerima kritik dari bawahannya
- Menggemari upacara-upacara untuk berbagi keadaan
   Sifat pemimpin yang militeristis bukanlah cara memimpin yang ideal untuk setiap situasi tetapi masih
   dapat dipakai untuk suatu pendekatan apabila situasi dan kondisi memerlukanya.
 c. Tipe Pemimpin Paternalis adalah:seorang yang:
- Menganggap bawahan sebagai manusia yang tidak dewasa
- Bersifat terlalu melindungi
- Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan
- Jarang memberi kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif
- Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan  
   fantasinya.
- Sering bersifat maha tahu
d. Tipe Pemimpin Kharismatis
Sampai saat ini belum ditemukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki karisma, yang diketahui adalah bahwa pemimpin yang demikian memiliki daya tarik yang amat besar. Oleh karena itu, pada umumnya orang yang memiliki karisma mempunyai pengikut yang sangat besar, meskipun para pengikut seringkali tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut.
e. Tipe Pemimpin yang Demokratis
     adalah Pimpinan yang berpendapat bahwa perencanaan pengambilan keputusan dan
     pengawasan diambil secara bersama-sama antara anggota organisasi.
Cirinya adalah:
- Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak pada manusia sebagai makhluk termulia di
   dunia
- Selalu berusaha mensinkronisasikan (menyatukan) antara kepentingan tujuan organisasi dan
  kepentingan tujuan pribadi bawahannya.
- Senang menerima saran dan pendapat, bahkan kritik dari bawahannya.
- Selalu berusaha mengutamakan kerja sama dan teman kerja dalam usaha mencapai tujuan
- Selalu berusaha agar bawahannya lebih berhasil.
- Berusaha mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pemimpin.
f. Tipe Laissez-faire: Pemimpin yang memberikan kebebasan sepenuhnya pada kelompok atau individu
    dalam pengambilan keputusan.
Cirinya:
- Tidak mempunyai keyakinan diri dalam kapasitas kepemimpinanya
- Pengambilan tujuan dan penetapan tujuan diserahkan kepada kelompok/bawahan.
- Kelompok menjadi kurang bersemangat dan kuran minat untuk bekerja.
2. Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan adalah cara atau teknik seseorang dalam menjalankan suatu kepemimpinan,  Dengan berusaha mempengaruhi perilaku orang-orang yang dikelolanya.
Setiap pemimpin bisa mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara yang satu dengan yang lain, dan tidak mesti suatu gaya kepemimpinan lebih baik atau lebih jelek dari pada gaya kepemimpinan yang ada dengan menggunakan dasar tertentu.
Berikut Gaya Kepemimpinan menurut Jeff Harris :
a. The Autocratic Leader
Seorang pemimpin yang Otokratik menganggap bahwa semua kewajiban untuk mengambil keputusan, untuk menjalankan tindakan, dan untuk mengarahkan, memberi motivasi dan pengawasan bawahan terpusat ditangannya.
b. The Participative Leader
Apabila seorang pemimpin menggunakan gaya partisipasi ia menjalankan kepemimpinannya dengan konsultasi. Ia tidak mendelegasikan wewenangnya untuk membuat keputusan akhir dan untuk memberikan pengarahan tertentu kepada bawahan mengenai keputusan yang akan diambil.
c. The Free Rein Leader
Di sini pimpinan menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut kepada para bawahan dalam arti pimpinan menginginkan agar para bawahan bisa mengendalikan diri mereka sendiri di dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar