Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

Koloid


I.                  TUJUAN
Untuk :
v Mangetahui dan mamahami, salah satu jenis Koloid.
v Membuktikan, apa itu koloid ? secara real yang kita lihat.

II.               DASAR TEORI
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat, atau lebih dimana partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/pemecah). Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disabut bentuk (fase) peralihan homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan. Sedangkan campuran heterogen sandiri adalah campuran yang mamiliki sifat tidak sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak, kemudian pasir dan semen.
Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selai tinta masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll.
 Larutan adalah campuran homogen antara zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi atau solute, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent. Contohnya larutan gula atau larutan garam.
Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran tersebut akan mengendap ke bawah.

III.           ALAT DAN BAHAN

v Botol 1
v Telur 1, tapi pakai putihnya saja.
v Minyak goren 100 ml
v Air 100 ml

IV.            CARA KERJA 

a.     Isi botol dengan air 100 ml
b.    Tambahkan 100 ml minyak goreng, lalu demikian dan amati yang terjadi.
c.      Kocok botol berapa kali, lalu demikian dan amati yang terjadi.
d.    Tambahkan putih telur kedalam botol, lalu kocok botol, demikian sesaat dan amati yang terjadi.



V.               DATA PENGAMATAN

No.
BAHAN
KETERANGAN
1.
Air + Minyak
Heterogen (tak tercampur)
Terdapat 2 lapisan :
Minyak diatas dan Air dibawah
Warna air berubah keruh dan warna minyak berkurang.
2.
Air + Minyak +Putih Telur
Homogen(tercampur),warna berubah menjadi seperti warna susu dan semua itu karena fungsi dari putih telur adalah pemersatu antara minyak dan lemak, sifat emulgator.
 










VI.  ANALISASI DATA
Setelah minyak dan air kita campurkan, maka kita dapat melihat perbedaannya, ini disebut dengan campuran heterogen yaitu suatu campuran yang masih dapat dilihat batasan-batasannya. Kita dapat melihat minyak yang berada diatas permukaan air, karena massa jenis minyak lebih kecil dari pada massa jenis air. Setelah dikocok berulang kali, lalu didiamkan dan diamati Campuran tersebut bercampur secara tidak sempurna. Dan terjadi perubahan warna yaitu warna larutan tersebut menjadi keruh. Kita juga dapat melihat banyak sekali gelembung-gelembung kecil yang menutupi seluruh permukaan air. Beberapa saat kemudian setelah didiamkan minyak kembali memisahkan diri.
Setelah kita memasukkan putih telur kedalam larutan tersebut, lalu mengocoknya berulang kali hingga mengalami titik jenuh, maka terjadi reaksi pada campuran tersebut. Warna campuran berubah menjadi putih susu dan terdapat banyak buih. Campuran yang awalnya tidak dapat menyatu, kini sedikit demi sedikit mulai menyatu. Beberapa saat kemudian kita dapat melihat tiga lapisan yang terjadi pada larutan tersebut. Buih berada di atas karena massa jenisnya yang ringan dengan pendispersi zat cair dan terdispersi gas yang dapat kita sebut dengan larutan koloid aerosol.Pada bagian tengah dimuat oleh campuran minyak dan air (emulsi) Dan pada posisi yang paling bawah adalah air yang berwarna keruh. Mengapa demikian ? tentunya massa jenis air yang lebih berat dan yang membuat air menjadi keruh adalah terkontaminasinya air dengan detergen dan minyak. Sifat koloid yang terjadi pada koloid tersebut adalah emulsi cair ( Zat cair yang terdispersi oleh zat cair ).
VI.            KESIMPULAN
Percobaan ini membuktikan bahwa ini adalah suatu system koloid. Yaitu system koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair yang disebut dengan emulsi. Ada 2 jenis emulsi, yaitu :Minyak dalam air (M/A), contohnya : santan, susu, lateks dan Air dalam minyak (A/M), contohnya : minyak ikan, minyak bumi. Syarat terjadinya emulsi ke dua yaitu jenis zat cair tidak saling melarutkan. Jika campuran minyak dan air dikocok akan diperoleh campuran yang segera memisah jika didiamkan akan tetapi jika sebelum dikocok ditambahkan putih telur maka akan diperoleh emulsi. Putih telur larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan koloid. Molekul putih telur  terdiri atas bagian yang polar disebut kepala dan bagian non polar disebut dengan ekor yaitu gas hidrokarbon. Kepala sabun adalah gugus yang hidrofil (tertarik ke air) sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob (takut air). Jika putih telur  dilarutkan kedalam air maka molekul-molekul putih telur akan mengadakan asosiasi karena gugus non polarnya saling tarik menarik sekingga terbentuk partikel koloid daya emulsi dari putih telur disebabkan oleh aksi yang sama. Gugus non polar dari putih telur akan menarik partikel kotoran atau minyak kemudian mendispersikannya kedalam air.

VII.         REFERENSI DAN DAFTAR PUSTAKA
v Http.www.Koloid.com
v www. Google.com
v Buku Kimia (Sifat Koloid)
v Menulis Saat melakukan pratikum di laboratory.
v Suharsini, Maria. 2005. Kimia dan Kecakapan Hidup. Jakarta : Ganesa Exact.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar