Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

PENGENALAN ISO DAN PENGHARGAAN MUTU


DELAPAN PRINSIP MANAJEMEN MUTU
Terdapat delapan prinsip manajemen mutu yang merupakan dasar dalam ISO 9000, yang dapat dipakai oleh
pimpinan puncak untuk memimpin organisasi ke arah perbaikan kinerja, sebagai berikut:
Manfaat penting yang diperoleh pada organisasi
dengan menerapkan prinsip fokus pada
pelanggan dapat disebutkan sebagai berikut :
Meningkatnya keuntungan dan mendapat
perolehan pangsa pasar yang cepat.
Meningkatnya penggunaan sumber daya
organisasi yang efektif untuk mempertinggi
kepuasan pelanggan.
Meningkatnya loyalitas pelanggan.
Menyelidiki dan memahami kebutuhan dan harapan
pelanggan.
Memastikan bahwa sasaran organisasi berhubungan
dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.
Mengkomunikasikan kebutuhan dan harapan pelanggan
dengan organi-sasi secara keseluruhan.
Menyelaraskan pendekatan dalam memuaskan pelanggan
dan pihak yang berkepentingan serta mengambil tindakan
atas hasil yang didapatkan.
Memastikan keseimbangan antara kepuasan pelanggan
dengan pihak lain yang berkepentingan, seperti pemilik,
karyawan, pemasok, pemodal, masyarakat, dan negara.
Penerapan prinsip pertama ini secara optimal nantinya
akan mengarah pada hal-hal sebagai berikut :
1. Fokus pada
pelanggan
2. Kepemimpinan
Manfaat penting yang diperoleh pada organisasi
dengan menerapkan prinsip kepemimpinan dapat
disebutkan sebagai berikut :
Karyawan akan paham dan termotivasi atas
pentingnya tujuan dan sasaran organisasi.
Pengevaluasian, pembetulan, dan penerapan
aktivitas dilakukan dalam satu kesatuan.
Salah komunikasi (miscommunication) antar
tingkatan pada organisasi dapat dikurangi.
Pegawai dapat diandalkan kinerjanya.
Timbulnya keinginan untuk berpartisipasi dan
berkontribusi untuk per-baikan yang berkelanjutan.
Penerapan prinsip kepemimpinan ini nantinya
akan mengarah pada:
Pertimbangan semua kebutuhan pihak terkait
sebagai suatu kesatuan.
Menciptakan visi yang jelas untuk masa depan
organisasi.
Menetapkan target, tujuan, atau sasaran yang
menantang.
Menyediakan sumber daya dan pelatihan.
Kebebasan untuk bertindak dengan tanggung
jawab dan akuntabilitas.
Menjadi contoh dalam hal kejujuran, moral, dan
penciptaan budaya.
Penciptaan kepercayaan.
Menghilangkan kekhawatiran di antara sesama
karyawan.
3. Keterlibatan Personal
Para karyawan harus dilibatkan pada setiap proses untuk menysun arah dan tujuan serta
perlatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujun mutu, sehingga setiap individu akan terlibat
dan punya tanggung jawab untuk mencari perbaikan yang terus menerus terhadap proses yang
berada pada lingkup tugasnya.
4. Pendekatan Proses
Pendekatan proses ialah suatu pendekatan untuk perencanaan, pengendalian, dan peningkatan proses-proses utama dalam perusahaan (trilogi proses mutu) dengan menekankan pada keinginan pelanggan
daripada keinginan fungsional.
Manfaat penting yang diperoleh pada organisasi dengan menerapkan prinsip pendekatan proses dapat
disebutkan sebagai berikut :
Turunnya biaya dan waktu putaran yang lebih pendek karena peng-gunaan sumber daya yang lebih
efektif.
Hasil yang diperoleh dapat diperkirakan, konsisten, dan ditingkatkan.
Peningkatan kesempatan dapat lebih difokuskan dan diprioritaskan.
Langkah-langkah Penerapan Pendekatan Proses :
Mendefinisikan aktivitas yang diperlukan dan diterapkan pada organi-sasi secara sistematis
Mendefinisikan urutan dan interaksi proses
Menentukan kriteria dan metode yang disyaratkan untuk memastikan operasi dan 
pengendalian proses ini agar efektif
Memastikan tersedianya sumber daya dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung
pengoperasian dan pemantauan proses
Mengukur, memantau, dan menganalisis proses
Menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang direncanakan dan
meningkatkan proses ini secara berkelanjutan
Penerapan prinsip ini nantinya akan mengarah pada:
 Menstrukturkan sistem menuju pencapaian
sasaran dengan lebih efisien dan efektif.
 Memahami keterkaitan proses dengan
sistem.
 Pendekatan terstruktur yang dapat
mengharmoniskan dan mengintegrasi-kan
proses-proses.
 Memahami kapabilitas organisasi dan
terlebih dahulu membuat sumber daya
terbatas untuk ditindaklanjuti.
 Menargetkan dan mendefinisikan
bagaimana aktivitas yang sesuai dengan
sistem yang harus dioperasikan.
 Peningkatan berkelanjutan secara terus-menerus melalui pengukuran dan evaluasi.
Keuntungan yang diperoleh dari pendekatan sistem:
Integrasi dan. penjajaran proses akan mencapai
hasil terbaik dari yang diinginkan.
Kemampuan untuk memfokuskan usaha dalam
proses kunci.
memberikan kepercayaan pada interested parties,
seperti konsistensi, keefektifan, dan efisiensi
organisasi.
5. Pendekatan Sistem
untuk Pengelolaan
6. Peningkatan
Berkesinambungan
Keuntungan pokok dari penerapan prinsip ini antara
lain:
Adanya kinerja yang menguntungkan dalam
meningkatkan kapabilitas organisasi.
Fleksibel dan cepat dalam merespons hubungan
untuk mengubah pasar atau kebutuhan dan harapan
pelanggan.
Mengoptimalkan biaya dan sumber data
Penerapan prinsip kepemimpinan ini nantinya akan
mengarah pada:
a.Mengkaryakan pendekatan organisasi secara
konsisten untuk menerap-kan continual improvement
pada kinerja organisasi.
b.Menyediakan pelatihan dan pendidikan dalam
metode maupun alat yang digunakan.
c.Membuat continual improvement pada produk,
proses, dan sistem sebagai sasaran untuk setiap
individu dalam organisasi.
d.Membuat tujuan sebagai pedoman dan pengukuran
untuk track con-tinual improvement.
e.Memberikan penghargaan pada improvement.
7. Pembuatan
Keputusan Berdasarkan
Fakta
Langkah-langkah yang digunakan dalam menerapkan
prinsip ini adalah:
• melakukan pengujian serta pengumpulan data dan
informasi yang ber-hubungan dengan sasaran.
• memastikan data dan informasi yang akurat, dapat
dipercaya, dan mudah diakses.
• menganalisis data dan informasi dengan
menggunakan metode yang benar.
• memahami penggunaan teknik statistik.
• membuat keputusan dan menindaklanjutinya
berdasarkan hasil analisis dan pengalaman.
8. Hubungan Saling
Menguntungkan Dengan
Pemasok
Langkah-langkah yang dilakukan untuk implementasi prinsip ini
antara lain:
a. mengidentifikasi dan menyeleksi pemasok yang penting.
b. melibatkan pemasok dalam mengidentifikasi kebutuhan
perusahaan.
c. melibatkan pemasok dalam proses pengembangan strategi
perusahaan.
d. membina hubungan dengan pemasok dan memperlakukan
pemasok sebagai mitra kerja.
e. menetapkan hubungan jangka pendek dan jangka panjang
yang seimbang.
f. berkomunikasi dan berbagi infcrrnasi dengan pemasok.
g. memastikan bahwa output dari pemasok sesuai dengan
persyaratan perusahaan.
h. membuat aktivitas bersama dalam pengembangan dan
peningkatan.
i. mengilhami, menganjurkan, dan menghargai peningkatan dan
suatu prestasi oleh para pemasok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar