Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

Komunikasi dalam Sebuah Organisasi


1. Pengantar
2.  Proses Komunikasi [Organisasi]
- Komunikasi Internal dan Eksternal
- Komunikasi Non Verbal [Kial/Gestur/Isyarat badaniah/Bergambar/Ekspresi wajah, dll]
3.  Peran Komunikasi Kolaboratif dalam Organisasi Bisnis
4.  Hambatan-hambatan Komunikasi
5.  Menjadi Pendengar Yang Efektif [Materi tersendiri]
6.  Saluran Komunikasi Formal dan Informal [Materi tersendiri]
1. PENGANTAR
Organisasi atau  Organization atau bersumber dari kata kerja bahasa Latin
Organizare  !  to form as or into a whole consisting of interdependent or
coordinated parts [membentuk sebagai atau menjadi keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bergantung atau terkoordinasi]
Evert M. Rogers dan Rekha Agarwala Rogers dalam bukunya  Communications
in Organization
"a stable system of individuals who work togather to achieve, through a   hierarchy of ranks and
division of labour, common goals"
[Suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan dan pembagian tugas]
Robert Bonnington dan Berverd E.  Needles, Jr. dalam bukunya  Modern
Business : A Systems Approach
Organization is the means by which management coordinates material and human resources
through the design of a formal structure of tasks and authority   [Organisasi adalah sarana
dimana manajemen mengkoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui
pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang]
Ditinjau dari aspek Business, organisasi adalah sarana manajemen [ditinjau dari
aspek kegiatannya, bukan struktur].
"  Tujuan organisasi TIDAK MUNGKIN tercapai tanpa manajemen.
"  Manajemen TIDAK MUNGKIN ada tanpa organisasi. Manajemen ada, jika
ada tujuan yang akan dicapai atau diselesaikan.
Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya
yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan
organisasi.
"  Bentuk komunikasi apa yang terjadi
"  Metode dan teknik apa yang dipakai
"  Media apa yang dipakai
"  Bagaimana prosesnya, dan faktor apa saja penghambatnya
Tujuan utama dalam mempelajari komunikasi adalah memperbaiki organisasi. Memperbaiki
organisasi biasanya ditafsirkan sebagai “memperbaiki  hal-hal untuk mencapai tujuan
manajemen”. Dengan kata lain, orang mempelajari komunikasi organisasi organisasi untuk
menjadi menajer yang lebih baik. Sebagian penulis berpendapat bahwa manajemen adalah
komunikasi. Seringkali teori tradisional dan petunjuk mengenai organisasi dan komunikasi
organisasi ditulis dari suatu perspektif manajerial dan sangat menekankan suatu pandangan
obyektif.
Karenanya, saya memandang studi komunikasi organisasi sebagai landasan kuat bagi karier
dalam manajemen, pengembangan sumber daya manusia, dan komunikasi perusahaan, dan
tugas-tugas lain yang berorientasikan manusia dalam organisasi.
2
Definisi Fungsional Komunikasi Organisasi
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran
pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan  bagian suatu organisasi
tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan
hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu
lingkungan.
Gambar di bawah ini melukiskan konsep suatu sistem komunikasi organisasi. Garis yang putus-putus melukiskan gagasan bahwa hubungan-hubungan ditentukan secara alami; hubungan-hubungan itu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi bersifat luwes dan mungkin
berubah sebagai respons terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan yang internal dan eksternal.
Gambar 1.1 Sistem Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu
jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan  suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah
komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi
menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.
Unit Komunikasi
Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu
berada dalam dua  keadaan atau lebih” . Dalam suatu sistem komunikasi,  keadaan itu adalah
hubungan antara orang-orang. Dalam suatu sistem komunikasi organisasi keadaan tsb adalah
hubungan antara  orang-orang dalam jabatan-jabatan [posisi-posisi]  . Unit mendasar komunikasi
organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan,
menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama
jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan
keadaan orang tsb.
Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita
menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi :
1.  Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan  [to display
menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu
untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb
dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] .
2.  Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan  [to intepret : menguraikan atau
memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].
3
Gambar 1.2 melukiskan kedua proses ini dengan membagi orang yang berperilaku tsb dengan
garis bergerigi.
             Gambar 1.2 Suatu Unit Komunikasi
Contoh : Ketika anda berpakaian warna merah di pagi hari, anda menciptakan pertunjukkan bagi
diri anda sendiri. Anda menempatkan diri anda sendiri, atau setidaknya apa yang anda rasa anda
pikirkan mengenai diri anda sendiri, sehingga terpandang jelas. Anda menempatkan diri anda
sendiri dalam suatru posisi yang menyenangkan bagi pengamatan tertentu. Pakaian anda,
perhiasan, dan hiasan wajah merepresentasikan diri anda sendiri kepada orang lain.
Ada aksioma komunikasi yang berbunyi “seseorang tidak dapat tidak
berkomunikasi [A person cannot not communicate]”  [Smith and Williamson,
1977, hlm. 61].
Secara teknis, seseorang tidak dapat menghindari untuk menunjukkan pesan. Apa yang anda
tunjukkan atau tempatkan sehingga terlihat jelas memang  merepresentasikan anda. Anda
adalah “suatu pertunjukkan pesan yang berjalan”. Hal yang sama dapat diterapkan kepada
kantor atau hotel anda. Kantor atau hotel adalah suatu pertunjukkan-pesan bagi mereka yang
mengunjunginya
2.  PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI
KOMUNIKASI INTERNAL
Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan,
dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan
vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen]
[lihat skema Internal Audience]
Dua dimensi komunikasi internal :
A.  KOMUNIKASI VERTIKAL ! Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari
staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication].
"  Downward Communication  ! komunikasi atas ke bawah. Contoh
pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah,
pengumuman, rapat, majalah intern [lihat contoh skema]
"  Upward communication  ! dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan
laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada
pimpinan [lihat contoh skema]
Hambatannya adalah apabila saluran komunikasi dalam organisasi tidak
berjalan atau digunakan sebagaimana mestinya, karena hal ini berpengaruh
terhadap operasional organisasi [perusahaan].
Organisasi terdiri atas sejumlah orang; melibatkan keadaan saling
bergantung; kebergantungan memerlukan koordinasi; koordinasi
mensyaratkan komunikasi.
Interkasi antara pimpinan organisasi  [top manajer dengan middle manager]
dengan audience di luar organisasi
4
Manajer = pemimpin organisasi [swasta, BUMN atau pemerintah] peranannya
dapat berpengaruh terhadap internal public [karyawan] dan external public [di
luar organisasi, tetapi ada pengaruhnya]
1. Peranan Antarpersona [Interpersonal Role]
" Peranan Tokoh [figurhead role]
" Peranan Pemimpin [leader role]
" Peranan Penghubung [liaison role]
2. Peranan Informasional [Informational Role]
" Peranan Monitor [monitor role]
" Peranan Penyebar [disseminator role]
" Peranan Jurubicara [spokesman role]
3. Peranan Memutuskan [Decisional Role]
" Peranan Wiraswasta [enterpreneur role]
"  Peranan Pengendali Gangguan [distrurbance handler role]
"  Peranan Penentu Sumber [resource allocator role]
"  Peranan Perunding [negotiator role]
MODEL PROSES KOMUNIKASI ANTAR-PRIBADI
JOHARI'S WINDOW
I
OPEN AREA
Known by ourselves and
known by others
II
BLIND AREA
[blindspot]
Known by others, not known
by ourselves
Diketahui
orang lain
III
HIDDEN AREA
[tedeng aling-aling/ facade]
Known by ourselves but not
known by others
IV
UNKNOW AREA
[tidak diketahui]
Not known by ourselves and
not know by others
Tidak diketahui
orang lain
Diketahui diri sendiri Tidak diketahui diri sendiri
Prof . Harry Ingham and Joseph Luft ., Of Human Interaction, National Press Books, Palo Alto California,
1969
B.  KOMUNIKASI HORISONTAL   ! komunikasi mendatar, antara anggota staf
dengan anggota staf.  Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi
vertikal yang formal.
Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja  !  employee relation dan
sering timbul rumours, grapevine, gossip
C.  KOMUNIKASI DIAGONAL [CROSS COMMUNICATION]
Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian  lain.
KOMUNIKASI EKSTERNAL
Komunikasi antara pimpinan organisasi [perusahaan] dengan khalayak  audience di luar
organisasi. [lihat skema ekternal audience]
"  Komunikasi dari organisasi kepada khalayak ! bersifat informatif
Majalah,  Press release/  media release, Artikel surat kabar atau
majalah, Pidato, Brosur, Poster, Konferensi pers, dll
"  Komunikasi dari khalayak kepada organisasi
5
Komunikasi Kolaboratif dalam Organisasi Bisnis
To meet the challenge in the workplace today requires.
Setiap staf pada bagian manapun seharusnya :
#  Relationship Oriented ! Networking ! sinergi
#  Service Focused ! berpikir pada pelayanan
#  Customer Commited ! mempunyai komitmen pd pelanggan
#  Facilitative  [media saluran/pendukung]
#  Forward Thinking ! berpikir kedepan
#  Value Added [nilai tambah ! selalu berusaha mengupdate kemampuan komunikasi]
#  Team Driven [serba tim] and leaders [mampu tampil sebagai pemimpin]
3. HAMBATAN KOMUNIKASI
" Hambatan Teknis
Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Dari sisi teknologi, semakin
berkurang dengan adanya temuan baru dibidang kemajuan teknologi
komunikasi dan informasi, sehingga saluran komunikasi dapat diandalkan
dan efesien sebagai media komunikasi.
Menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya Personel Management, 1976,
jenis hambatan teknis dari komunikasi :
#  Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas
#  Kurangnya informasi atau penjelasan
#  Kurangnya ketrampilan membaca
#  Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat.
" Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian
pengertian atau  idea secara secara efektif. Definisi semantik sebagai studi
atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa.
Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian
[komunikator dan komunikan], tetapi seringkali proses penafsirannya keliru.
TIDAK ADANYA hubungan antara Simbol [kata] dan apa yang disimbolkan
[arti atau penafsiran], dapat mengakibatkan kata yang dipakai ditafsirkan
sangat berbeda dari apa yang dimaksudkan sebenarnya.
Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator
HARUS memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik
komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang
dipakainya.
" Hambatan Manusiawi
Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi,
kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat
pancaindera seseorang, dll.
Menurut Cruden dan Sherman :
#  Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia.
Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, ketrampilan mendengarkan,
perbedaan status, pencairan informasi, penyaringan informasi.
#  Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi.
Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi
organisasi.
Referensi :
1)  Pace R. Wayne and Faules, Don F, Komunikasi Organisasi, ROSDA, Bandung 2000
2)  Uchjana Effendi, Onong., Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek, Remaja Rosdakarya, Bandung 1992
3)   Jiwanto, Gunawan., Komunikasi dalam Organisasi, Pusat Pengembangan Manajemen & Andi Offset, Yogyakrta
1985

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar