Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

Pasukan Suriah Serang Homs, Liga Arab Tunda Kunjungan



Pasukan Suriah kembali menyerang warga Homs, mengakibatkan ditundanya kunjungan utusan Liga Arab,Nabil Elaraby ke negara itu.
http://media.voanews.com/images/480*289/AP110906112757.jpg
Demonstran anti-pemerintah Suriah mengibarkan bendera revolusi saat melakukan unjuk rasa di Kairo, Mesir (6/9).
Aktivis HAM Suriah mengatakan pasukan keamanan pemerintah didukung tank-tank menewaskan setidaknya satu orang dalam serangan di pusat kerusuhan di kota Homs.
Para aktivis mengatakan komunikasi dan sambungan Internet putus hari Rabu di banyak bagian kota itu, yang menjadi pusat protes menentang Presiden Bashar al-Assad. Penyerbuan itu terjadi sehari setelah aktivis mengatakan pasukan keamanan menewaskan dua warga sipil, termasuk seorang remaja, dan lima mayat lagi ditemukan di kawasan itu.
Sementara itu, diplomat tinggi Liga Arab menunda rencana kunjungan ke Suriah, mulai Rabu ini. Kantor berita resmi Suriah SANA mengatakan pemerintah meminta Nabil Elaraby menunda lawatan itu "dengan alasan objektif yang disampaikan kepadanya.Tanggal baru untuk pembicaraan itu akan diberikan.
Elaraby menyatakan ingin menyampaikan keprihatinan Arab tentang kekerasan yang menelan korban jiwa dan telah mengguncang negara itu serta menyimak pendapat para pemimpin Suriah. Akhir Agustus, pihak berwenang Suriah menolak pernyataan Liga Arab yang mengimbau diakhirinya pertumpahan darah.
Uni Eropa akan menjatuhkan sanksi tambahan pada Suriah karena penumpasan pemerintah terhadap perbedaan pendapat.
Kementerian Luar Negeri Perancis hari Selasa mengatakan para diplomat sedang mempertimbangkan langkah-langkah menarget perusahaan yang terkait penindasan terhadap warga sipil di Suriah. Sanksi baru itu akan menambah embargo Uni Eropa terhadap minyak Suriah yang berlaku sejak Sabtu.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon hari Selasa kembali mengimbau Presiden Assad untuk menghentikan penindasan dan memulai reformasi.


Pasukan Suriah Tewaskan 20 Demonstran Lagi
Kekerasan terhadap sipil terus berlangsung di Suriah mengundang kutukan dunia kepada presiden Bashar al-Assad.
http://media.voanews.com/images/480*366/AP110821026157.jpg
Kekerasan terhadap sipil di negaranya membuat Presiden Suriah Bashar al-Assad dikutuk para pemimpin dunia, termasuk sekutunya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad (foto:dok).
Para aktivis mengatakan pasukan keamanan Suriah telah menewaskan paling sedikit 20 orang lagi dalam penggrebekan baru terhadap demonstrasi anti-pemerintah, sementara menteri luar negeri Perancis menuduh Damaskus melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Koalisi oposisi Suriah mengatakan sebagian besar yang tewas hari Rabu terjadi di daerah Homs, Suriah tengah. Jurubicara koalisi mengatakan serbuan militer lengkap diadakan di beberapa perkampungan di kota yang gawat itu. Ia mengatakan pasukan keamanan Suriah, dengan dukungan tank, memasuki Homs pagi hari itu. Telepon dan pelayanan internet terputus di banyak daerah kota itu.
Menteri Luar negeri Perancis Alain Juppe mengutuk penindakan yang terus berlangsung di Suriah  hari Rabu, dengan mengatakan sanksi internasional  terhadap Damaskus dapat dibenarkan. Ia mengatakan demikian di Moskow dalam pertemuan dengan menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov. Sekalipun Juppe mendesak Rusia agar mengambil sikap yang lebih kuat terhadap Suriah, Lavrov mengatakan negaranya masih lebih menghendaki penggunaan dialog untuk menyelesaikan perselisihan.
Juga hari Rabu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Presiden Suriah Bashar al-Assad, hendaknya jangan melakukan penindakan dengan kekerasan terhadap demonstran dan melakukan pembicaraan dengan oposisi.
Dalam wawancara yang disiarkan langsung di Teheran dengan televisi Portugal, pemimpin Iran itu mengatakan  solusi militer tidak pernah benar. Ia mengatakan masalah harus ditanggulangi melalui dialog.


Top of Form
ABottom of Form
Pasukan Suriah Lepaskan Tembakan pada Hari Raya Idul Fitri, 7 Tewas
Aktivis menyebut tentara Suriah menewaskan enam orang di kota al-Harra dan Inkhil, dan seorang lagi di Homs, setelah sholat Idul Fitri.
Seorang anak kecil bermain dengan balon di depan para pria Suriah yang sedang sholat Idul Fitri berjamaah di luar Kedutaan Suriah di Amman, Yordania, Selasa (30/8).
Seorang anak kecil bermain dengan balon di depan para pria Suriah yang sedang sholat Idul Fitri berjamaah di luar Kedutaan Suriah di Amman, Yordania, Selasa (30/8).
Para aktivis HAM Suriah mengatakan pasukan keamanan pemerintah telah menewaskan tujuh orang, setelah melepaskan tembakan ke arah demonstran, pada hari raya Idul Fitri.
Komisi Koordinasi Lokal menyebutkan, tentara membunuh enam orang di kota al-Harra dan Inkhil, di selatan, dan satu orang lagi di kota Homs, Suriah Tengah, setelah sholat Idul Fitri.
Dilanjutkannya aksi tindakan kekerasan terhadap pembangkang politik itu terjadi sehari setelah para aktivis mengatakan pasukan keamanan membunuh enam orang sewaktu melakukan penggerebekan di berbagai tempat di Suriah.
Pengamat Hak Asasi Suriah hari Senin menyatakan kekerasan terburuk terjadi di Sarameen, di provinsi Idlib, Suriah Utara. Kelompok ini menyatakan pasukan keamanan menewaskan lima orang di sana dan melukai paling sedikit 60 lainnya sewaktu mereka melepaskan tembakan selagi melakukan operasi penangkapan.
Pasukan keamanan menewaskan satu orang lagi dalam operasi di Qara, di pinggiran ibukota, Damaskus. Kelompok-kelompok HAM melaporkan serangan serupa di desa Heet, dekat perbatasan dengan Lebanon.
Mereka juga mengatakan tentara telah mengepung kota Rastan, Suriah Tengah, tempat terjadinya sejumlah protes menentang Presiden Bashar al-Assad dalam pemberontakan rakyat selama lima bulan ini. Rastan terletak sekitar 20 kilometer di sebelah utara Homs, di jalan raya yang menghubungkan Homs dengan kota Hama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar