Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

Pengertian Prilaku


1. TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK
o propinquity theory : kedekatan ruang / geografis
o intraction theory : kebersamaan dalam aktivitas
o balance theory :kebersamaan sikap dan nilai
o exchange theory : adanya reward / penghargaan
 Alasan praktis pembentukan kelompok
o Companionship
o Idenification
o Understanding from friend
o Helping in selving problem
o Protection.
 Model pengembangan kelompok lima tahap
o Pembentukan ( forming )
o Keributan ( storming )
o Penormaan ( norming )
o Pelaksanaan (performing )
o Penundaan ( adjourning )
 Penjelasan model lima tahap
o Tahap pertama : pembentukan dicirikan oleh banyak sekali ketidakpastian mengenai maksud, struktur, kepemimpinan kelompok, para anggota menguji coba untuk menentukan tipe – tipe perilaku apakah diterima dengan baik
o Tahap kedua : keributan adalah tahap konflik dalam kelompok, para anggota menerima baik eksistensi kelompok, tetapi melawan kendala – kendala yang dikenakan kelompok terhadap individualitas. Lebih lanjut adanya konflik mengenai siapa yang akan mengendalikan kelompok, bila tahap telah lengkap tehadap suatu hirarki yang relatif jelas dari kepemimpinan di dalam kelompok.
o Tahap ketiga : penormaan adalah pengembangan kelompok dicirikan dengan penutupan hubungan dan kekhesifan ( kesalingtarikan ) serta ada rasa yang kuat akan identitas kelompok dan persahabatan ( comerederie ) tahap ini selesai bila kelompok telah kokoh dan kelompok itu telah menyerap perangkat.
o Tahap keempat : ketika kelompok sepenuhnya telah fungsional dan diterima baik..
o Tahap kelima : penundaan adalah kelompok mempersiapkan pembubaran, kinerja tugas tinggi tidak lagi merupakan prioritas puncak kelompok itu, tetapi perhatian lebih lebih diarahakan ke penyelesaian aktivitas.
 Keterpaduan kelompok
o Ukuran kelompok
o Homogenitas kelompok
o Komunikasi
o Isolasi dari kelompok lain
o Tekanan dari luar
o kepemimpinan
o Perilaku manusia dalam kelompok
o Helping and comperation
o Competition
o Conflict
 Perbedaan individu dalam kelompok
- Cooperator
- Competitor
- Indivudualist
Faktor inividu dalam organisasi dan motivasi
 Perilaku induvidu dan sikap berorganisasi
- Perspektif selektif
Proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu dimana sesuatu tersebut mengalami berbagai kontradiksi dan ketidaksesuaian dari persepsi awal yang kita yakini.
- Stereotif
Proses pelabelan terhadap seseorang terhadap suatu kegiatan tertentu yang dialami atau dilakukan oleh seseorang tersebut.
 Kreativitas individual dalam organisasi
- Faktor pendorong kreativitas
 Pengalaman individu dengan kreativitas
 Perlakuan terhadap individu
 Kemampuan kognitif dari individual
- Tahapam membangun kreativitas
 Tahap persiapan ( preparation )
 Tahap intubasi ( incubation )
 Tahap penemuan ide atau gagasan ( insight )
 Tahap pengujian ( verification )
222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222
ARSIP UNTUK MASALH-MASALAH DALAM KELOMPOK
Janis mengusulkan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kritis groupthink, yakni:
1. Mendorong semua anggota kelompok untuk mengevaluasi secara kritis dalam setiap kegiatan pengambilan keputusan.
2. Pemimpin kelompok tidak menyatakan pendapatnya dimuka umum pada awal kegiatan sebelum pengambilan keputusan.
3. Menyusun pembuatan kebijakan kelompok yang independen dan bebas dari pengaruh dominasi segelintir individu.
4. Membagi dalam kelompok kecil
5. Berdiskusi dengan kelompok lain untuk mengumpulkan pendapat atau mendapatkan alternatif pemecahan masalah
6. Mengundang pihak lain (akademisi, peniliti atau konsultan) untuk mendapatkan ide-ide baru
7. Menghargai individu yang memiliki ide berbeda dengan anggota kelompok pada umumnya
8. Lebih peka terhadap lingkungan kelompok secara internal dan eksternal.
9. Selalu mengevaluasi dan mengkaji kembali kebijakan yang akan dibuat, sebelum diambil keputusan akhir

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar