Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

QUIMICA


i.TUJUAN
        Tujuan dari praktek quimia tentang koloid yaitu:
*Memberi manfaat kepada murid-murid untuk bisa mengetahui tentang koloid.
*Dari praktek tersebut bisa memberi informasi kepada semua murid-murid untuk bisa lebih luas mengetahui apa itu koloid dan bagaimana caranya untuk membuat koloid?
*Maka dari itu manfaat dari praktek quimia tersebut memberi nilai yang bagus kepada semua murid untuk lebih menambah penggetahuan kepada murid-murid yang belum tahu tentang koloid.

II.DASAR TEORI
        Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.
Nama ilmiah dari koloid adalah:Solanum melongena,
yang berasal dari istilah Arab.


                               
III.ALAT & BAHAN
        Alat:                -Gelas quimia
                        -Botol bening tertutup
        Bahan:    -Telur
                        -Air
                        -Minyak sayur

iv.Prosedur Kerja
        1.Tuangkan minyak kedalam botol,kemudian tuangkan air bersih kedalam botol tersebut,kemudian kocok.Amati apa yang terjadi.
        2.Tuangkan putih telur kedalam botol minyak & air,kemudian kocok kembali.Amati apa yang terjadi.


v.data pengamatan
No.
BAHAN
KETERANGAN
1.
Minyak + air
Minyak lapisan 1 & air di lapisan 2
2.
Minyak + air +putih telur
Setelah ketiga bahan tersebut kita campur akan berubah wana menjadi putih atau seperti susu.


VI.KESIMPULAN
 Melalui hasil percobaan yang menggunakan alat sederhana,maka kami mengambil kesimpulan bahwa:
•Partikel koloid dapat menghamburkan cahaya sehingga berkas cahaya yang melalui sistem koloid. Dapat diamati dari samping sifat partikel koloid ini disebut efek Tyndall.
• Jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata partikel koloid senantiasa bergerak dengan gerak patah-patah yang disebut gerak Brown. Gerak Brown terjadi karena tumbukan tak simetris antara molekul medium dengan partikel koloid.
• Koloid dapat mengadsorpsi ion atau zat lainpada permukaannya, dan oleh karena luas permukaannya yang relatif besar, maka koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar.
• Adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid membuat partikel koloid menjadi bermuatan listrik. Muatan koloid menyebabkan gaya tolak-menolak di antara partikel koloid, sehingga menjadi stabil (tidak mengalami sedimentasi).
• Muatan partikel koloid dapat ditunjukkan dengan elektroforesis, yaitu pergerakan partikel koloid dalam medan listrik.
• Penggumpalan partikel koloid disebut koagulasi. Koagulasi dapat terjadi karena berbagai hal, misalnya pada penambahan elektrolit. Penambahan elekrolit  akan menetralkan muatan koloid, sehingga faktor yang menstabilkannya hilang.
• Campuran koloid dapat dipisahkan dari ion-ion atau partikel terlarut lainnya melalui dialisis.
• Koloid yang medium dispersinya berupa cairan dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob. Koloid liofil mempunyai interaksi yang kuat dengan mediumnya, sebaliknya, pada koloid liofob interaksinya tersebut tidak ada atau sangat lemah.
• Banyak sekali produk industri dalam bentuk koloid, terutama karena dengan bentuk koloid, maka zat-zat yang tidak saling melarutkan dapat disajikan homogen secara makroskopis.
• Pengolahan air bersih memanfaatkan sifat koloid, yaitu adsorpsi dan koagulasi. Pada pengolahan air bersih digunakan tawas (alumunium sulfat), kaporit (klorin) dan kapur.
• Koloid dapat dibuat dengan cara dispersi atau kondensasi. Pada cara dispersi, bahan kasar dihaluskan kemudian didispersikan ke dalam medium dispersinya. Pada cara kondensasi, koloid dibuat dari larutan di mana atom atau molekul mengalami agregasi (pengelompokan), sehingga menjadi partikel koloid.
• Sabun dan detergen bekerja sebagai bahan aktif permukaan yang fungsinya mengelmusikan lemak ke dalam air.
• Asbut adalah suatu bentuk pencemaran yang merupakan sistem koloid.                                                

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar