Welcomw To Blogspot Riezal Cinta Damai

Kamis, 29 September 2011

Pengertian Pengelolaan Pengajaran


PENGELOLAAN PEMBELAJARAN

Knezevich menggunakan istilah “Intructional Leadership”.maksudnya ialah menata pengajaran. Kalau pengertian itu digunakan, maka tugasnya mulai dari merencankan kurikulum sampai penilaian dan pengembangannya.
Dalam uraian inipengelolaan pengajaran hanya dibatasi pada bagaimana mengatur kurikulum disekolah. Artinya bagaimana menterjamahkan isi kurikulum kedalam proses belajar mengajar yang disajikan dalam satuan pengalaman belajar agar dapat dicerna oleh siswa. Jadi yang dimaksud dengan pengelolaan pengajaran adalah setiap usaha sekolah untuk mengatur seluruh kegiatan, baik yang bersifat intra kulikuler,maupun ekstra kulikuler.
B. Prinsip Prinsip Pengelolaan Pengajaran
Adapun prinsip prinsip pengelolaan pengajaran adalah identik dengan prinsip pengelolaan secara umum yaitu:
1. Tujuan yang dikehendaki harus jalas
2. Program itu harus sederhana (simpel)
3. Program program yang disusun harus sinkron dengan tujuan yang ditentukan.
4. program itu harus bersifat menyeluruh(integrated)
5. harus ada koordinasi terhadap komponen yang melaksanakan program disekolah.
Umumnya orang menyingkat prinsip diatas dengan istilah KISS (koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi).
C. Organisasi Pengelolaan Pengajaran
Mengenai organisasi pengelolaan pengajaran ini dapat dilihat pada bagan struktur organisasi sekolsh sesuai dengan pedoman pengelolaan sekolah yang berlaku. Yang jalas bahwa ada 4 unsur pokok dalam suatu organisasi, yaKni: 1) unsur pimpinan 2) unsure pembantu pimpinan 3) pelaksana 4) service.
D. System Pengelolaan Pengajaran
Berdasarkan berbagai pertimbangan dari berbagai sumber bacaan bahwa system pengelolaan pengajaran di sekolah sebagai berikut:
1. Menterjamahkan Kurikulum Kedalam Kegiatan Belajar Mengajar.
Seorang guru memperoleh buku kurikulum ia membaca buku yang berisi landasan dan tujuan serta system pengelolaan kurikulum di sekolah.yang biasa dilakukan guru ialah membaca GBPP bidang study masing masing dan struktur program dari kurikulum tersebut.Tugas guru selanjutnya adalah menyusun program belajar mengajar dalam satu tahun, semester dan setiap kali pertemuan.jadi seorang guru perlu punya persiapan yang mantap, tertulis dan persiapan batin.
2. Kalender Sekolah
a. pengertian kalender sekolah adalah ketentuan waktu belajar yang ditentukan oleh pimpinan penyelenggara pendidikan. Calendar sekolah itu berisi jumlah hari sekolah efektif dalam satu tahun ajaran .
b. fungsi kalender sekolah adalah sebagai petunjuk waktu kegiatan belajar bagi setiap administrator sekolah. Kalender sekolah ini penting bagi setiap pengelola sekolah sebagai persiapan dalam merencanakan dan melakukan tugas sekolah.
3. Pengaturan Jadwal
Ada dua macam jadwal yaitu:
a) Jadwal yang berdasarkan system paket yaitu, jadwal yang tersusun atas dasar sejumlah bidang studi yang sudah ditentukan.
b) Jadwal yang berdasarkan pilihan siswa ya’ni, setiap siswa memasukkan pelajaran mana yang akan diikuti. Atas dasar kebutuhan tersebut pihak sekolah merancangkan jadwal pelajaran, para siswa dapat memilih berapa jam pelajaran yang akan diikuti keuntungan cara ini adalah anak anak bebas memilih program yang diinginkan sedangkan kelemahannya adalah akan terjadi tabrakan jadwal.
4. Penataan system program di sekolah
a) System kredit semester
Yang banyak dibicarakan oleh sekolah sekolah ialah system kredit semester.kredit adalah suatu satuan atau unit yang menyatakan isi suatu bidang studi (mata kuliah secara kuantitatip)
Sedangkan system kredit adalah suatu cara penghargaan terhadap beban studi siswa/mahasiswa, beban kerja tenaga pengajar dan beban penyelenggaraan program lembaga pendidikan yang dinyatakan dalam kredit.
Dalam tiap semester disajikan sejumlah bidang studi / matakuliah dan tiap bidang studi atau matakuliah itu mempunyai bobot yang dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester(SKS)sesuai dengan ketetapan kurikulum.dan perlu dibedakan singkatan dibawah ini:
sks : satuan kredit semester
SKS : system kredit semester
System kredit semester (SKS) adalah suatu cara / system kredit yang diselenggarakan di dalam satuan waktu semester.tujuannya adalah memberi kemungkinan kepada masing masing lembaga pendidikan (PT)untuk mengajukan program pendidikan yang bervariasi dan bersifat fleksibel sehingga memberi kemungkinan luas kepada siswa/mahasiswa untuk memilih program menuju suatu macamjenjang profesi yang dituntut oleh masyarakat.sedangkan guna dari satuan kredit semester (sks)adalah untuk menyatakan besarnya beban studi siswa/mahasiwa:besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha komulatif bagi suatu program tertentu.
b) Beban studi dalam semester
penetapan beban studi siswa /mahasiswa dalam suatu semester dilakukan atas rata rata waktu belajar sehari dan atas kemampuan siswa/mahasiswa.dan biasanya beban studi itu ditentukan berdasarkan hasil studi semester yang lalu: yang sering ukurannya memakai Indeks Prestasi(I.P).
c) Indeks prestasi (I.P).
indeks prestasi adalah bilangan (sampai dua angka dibelakang koma)yang menunjukkan tingkat keberhasilan mahasiswa secara kualitatif dan kuantitatif.indeks prestasi dihitung pada setiap ahir semester, hasilnya disebut IP semester dan pada ahir program pendidikan hasilnya disebut I.P lengkap atau I.P komulatif.
E. Pembukaan Tahun Ajaran
1. Pembukaan tahun ajaran
Acara pembukaan tahun ajaran ini punya nilai tertentu menurut Percy E Burrup pentingnya pembukaan tahun ajaran itu sebagai berikut:
a) Pembukaan tahun ajaran yang diawali dengan upacara resmi menunjukkan kesepakatan seluruh staf sekolah untuk bekerja sama dengan baik
b) Tiap anggota staf sekolah harus mempersiapkan program pendidikan yang akan diterapkan dan semua sarana belajar mengajar serta mempunyai gambaran yang jelas terhadap kegiatan ekstra.
2. Membina disiplin disekolah
Yang dimaksud disiplin dalam uraian ini adalah:
a) Penciptaan dan penyiapan kondisi yang esendsial
b) Pengawasan diri sendiri
c) Persiapan untuk menjadi warga Negara yang dewasa
d) Kesetiaan yang baik
e) Melatih dan belajar mengenai penyesuaian diri
f) Pengawasan yang dilakukan guru terhadap kelasnya.

Menurut beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.




II. Mengembangkan Bahan Ajar
Bahan Ajar
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Pengembangan persiapan mengajar Persiapan mengajar pada hakikatnya memproyeksikan tentang apa yang akan dilakukan. Dengan demikian, persiapan mengajar adalah memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran perlu dilakukan untuk mengkoordinasikan komponen-pembelajaran. Membuat rencana mengajar merupakan tugas guru yang paling utama. Guru dapat mengembangkan rencana pengajaran dalam berbagai bentuk (Lembar Kerja Siswa, Lembar Tugas Siswa, Lembar Informasi, dan lain-lain), sesuai dengan strategi pembelajaran dan penilaian yang akan digunakan. Sebagai perencana, guru hendaknya dapat mendiagnosa kebutuhan para siswa sebagai subjek belajar, merumuskan tujuan kegiatan proses pembelajaran dan menetapkan strategi pengajaran yang ditempuh untuk merealisasikan tujuan yang telah dirumuskan.
Pengembangan persiapan mengajar harus memperhatikan minat dan perhatian peserta didik terhdap materi yang dijadikan bahan kajian. Dalam hal ini peran guru bukan hanya sebagai transformator, tetapi harus berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan gairah belajar, serta mendorong siswa untuk belajar dengan menggunakan berbagai variasi media, dan sumber belajar yang sesuai serta menunjang pembentukan kompetensi.
Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengembangkan persiapan mengajar, yaitu:
1.      Rumusan kompetensi dalam persiapan mengajar harus jelas.
2.      Persiapan mengajar harus sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.
3.      Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan mengajar harus menunjang dan sesuai dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
4.      Persiapan mengajar yang dikembangkan harus utuh dan menyeluruh, serta jelas penyampaiannya.
5.      Harus ada koordinasi antara komponen pelaksana prgram sekolah, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim atau moving class.
Agar guru dapat membuat persiapan mengajar yang efektif dan berhasil, maka guru dituntut untuk memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan pengembangan persiapan mengajar, baik itu dengan hakikat, fungsi, prinsip maupun prosedur pengembangan persiapan mengajar, serta mengukur efektifitas belajar. Karena hakikatnya rencana pengajaran adalah program guru mengajar.
Apa sumber belajar itu?
Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.













Persiapan mengajar pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan tentang apa yang dilakukan. Dengan demikian, persiapan mengajar merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran, terutama berkaitan dengan pembentukan kompetensi. Dalam mengembangan persiapan mengajar, terlebih dahulu harus menguasai secara teoritis dan praktis unsur-unsur yang terdapat dalam persiapan mengajar. Kemampuan membuat persiapan mengajar merupakan langkah awal yang harus dimiliki guru dan sebagai muara dari segala pengetahuan teori, keterampilan dasar, dan pemahaman yang mendalam tentang objek belajar dan situasi pembelajaran. (September 15,2008-Wahidin)
Menurut Moore dan Kearsley (1996) mengemukakan ragam media dan
bahan ajar yang dapat digunakan dalam SPJJ (sytem pengajaran jarak jauh) yaitu:
- Bahan cetak
- Rekaman audio/video
- Radio/televisi
-Perangkat komputer
- Konferensi audio
- Konferensi video
- Jaringan computer





Top of Form
Top of Form
Bottom of Form
Top of Form







3.1.     Kesimpulan
Kebijakan pendidikan harus ditopang oleh pelaku pendidikan yang berada di front terdepan yakni guru melalui interaksinya dalam pendidikan. Upaya meningkatkan mutu pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada rencana strategis. Keterlibatan seluruh komponen pendidikan (guru, Kepala Sekolah, masyarakat, Komite Sekolah, Dewan Pendidikan, dan isntitusi) dalam perencanaan dan realisasi program pendidikan yang diluncurkan sangat dibutuhkan dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan.
Implementasi kemampuan professional guru mutlak diperlukan sejalan diberlakukannya otonomi daerah, khsususnya bidang pendidikan. Kemampuan professional guru akan terwujud apabila guru memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam mengelola interaksi belajar-mengajar pada tataran mikro, dan memiliki kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan pada tataran makro.
Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui supervisi pengajaran. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah bertujuan memberikan pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Dalam pelaksanaannya, baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Untuk mensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG), sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat.
Implementasi kemampuan professional guru mensyaratkan guru agar mampu meningkatkan peran yang dimiliki, baik sebagai informator, organisator, motivator, director, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator sehingga diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya.
Mewujudkan kondisi ideal di mana kemampuan professional guru dapat diimplementasikan sejalan diberlakukannya otonomi daerah, bukan merupakan hal yang mudah. Hal tersebut lantaran aktualisasi kemampuan guru tergantung pada berbagai komponen system pendidikan yang saling berkolaborasi. Oleh karena itu, keterkaitan berbagai komponen pendidikan sangat menentukan implementasi kemampuan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang efektif, selaras dengan paradigma pembelajaran yang direkomendasiklan Unesco, "belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be)".
b. Saran
Tulisan ini penulis menyarankan kepada bapak dosen yang memegang mata kuliah ini demi membuka wawasan penulis supaya dapat membantu dan memperdalamkan pengetahuan penulis lebih tajam guna menguasai mata kuliah ini sehingga dapat melengkapi pengetahuan penulis dalam memahami mata kuliah ini khususnya mata kuliah; dasar-dasar pendidikan.
Guru harus diberi keleluasaan dalam menetapkan dengan tepat apa yang digagas, dipikirkan, dipertimbangkan, direncanakan dan dilaksanakan dalam pengajaran sehari-hari, karena di tangan gurulah keberhasilan belajar siswa ditentukan, tidak oleh Bupati, Gubernur, Walikota, Pengawas, Kepala Sekolah bahkan Presiden sekalipun.
guru harus memahami tujuan  umum pendidikan, memahami karakter siswa dengan berbagai perbedaan yang melatar belakanginya. Sangatlah penting untuk memahami bahwa siswa balajar dalam berbagai cara yang berbeda, beberapa siswa merespon pelajaran dalam bentuk logis, beberapa lagi belajar dengan melalui pemecahan masalah (problem solving), beberapa senang belajar sendiri daripada berkelompok. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar